feaTured post by prajuritkecil99™
≡ posTingan aNyar ≡

Dari Desa Untuk Desa

by prajuritkecil99 ™
Yuhuuu..

Akhir pekan kemarin kita bisa jalan-jalan pagi dengan formasi lengkap. Jarang-jarang bisa begitu. Biasanya kalau libur apalagi pas cuaca lagi mendung anak-anak maunya cuma di kamar. Mainan HP atau nonton film di laptop. Kalau diajak jalan-jalan apalagi blusukan lihat-lihat pemandangan di sawah atau kebun pasti menolak. Adaaa saja alasannya. Tapi alhamdulillah kemarin mau.

Judulnya saja jalan-jalan, aslinya siih tetap naik motor. :D

Biasanya satu motor buat berempat rame-rame. Tapi karena belum lama ini saya habis terjatuh, istri jadi khawatir. Akhirnya pakai dua motor. Saya boncengan sama Zhie, istri saya boncengan sama Chaca.

Rute awalnya masih sama seperti dalam video yang dulu pernah saya upload di FB. Tapi setelah memasuki kawasan IAIN Sultan Amai kita ambil rute yang berbeda dengan sebelumnya. Jalannya masih berupa tanah berbatu. Kiri-kanan pepohonan rimbun. Sesekali terdengar suara burung dan entah hewan apa yang membuat Zhie takut.

Jalan terus sampai ke atas bukit. Ada bangunan gedung cukup besar yang belum jadi. Dari situ bisa melihat desa Pone dan sebagian Limboto yang masih hijau. Rumah-rumah warga tampak kecil di antara rerimbunan pohon kelapa, kebun dan hamparan sawah yang luas.


Pemandangan Limboto & Pone


Bukit di Desa Pone    Hehe..


Foto-foto sebentar langsung balik cuss lagi. Chaca & Zhie tidak berani lama-lama di situ, khawatir nanti ada binatang buas atau apa gitu seperti di film Jumanji. Begitulah jika jarang mbolang, merepih alam. Ada suara burung atau deru angin yang terdengar tidak biasa langsung dikira ada hantu. O_o

Dari atas bukit terus turun, lurus lalu belok kanan. Jalannya lebih lebar tapi masih belum diaspal. Karena mendung kita tidak jadi mengambil rute yang bisa tembus ke arah bandara. Tapi belok kiri, melintasi jalan setapak di areal persawahan yang menuju ke arah rumah, tidak jauh dari kantor Kejaksaan Negeri Limboto.

Belasan meter kemudian saya berhenti. Pinjam 'siomay' punya Zhie untuk mengabadikan beberapa momen para petani yang sedang menggarap sawah. Sebagaimana bapak mertua yang setelah pensiun kini semakin aktif menekuni profesinya sebagai petani, mereka pun tampak giat dan penuh semangat mengolah sawahnya. Meski saat itu sedang mendung. Meski tak ada jaminan apakah panen mereka nanti berhasil. Akankah untung atau malah merugi. Tapi mereka tetap semangat. Tidak seperti kita, malas-malasan bekerja hanya karena Senin kali ini adalah 'hari kejepit'. *kita? lo aja keleeus :p


Sawah di Desa Pone 
pak petani dan anaknya sedang membajak sawah


Petani Adalah Pahlawan Pangan 
guyub.. memindahkan bibit padi yang siap tanam..


Melihat mereka saya jadi terenyuh. Mereka yang benar-benar 'orang kecil' dan asli dari desa, malah sering tidak merasakan secara nyata manfaat dari sekian banyaknya anggaran yang dialokasikan untuk desanya. Pupuk yang mereka beli masih mahal (sudah begitupun pupuknya kadang tidak ada). Beras hasil panen mereka masih dihargai murah. Untuk mengairi sawah hingga kini masih mengandalkan tadah hujan. Belum ada terobosan atau inovasi dari pemerintah (khususnya PEMDA setempat) agar para petani bisa mengolah sawah dengan baik sehingga peluang keberhasilan panen lebih besar dan kesejahteraan mereka meningkat. Paling banter hanya dibuatkan saluran irigasi, itupun terkesan ala kadarnya karena tak sedikit saluran irigasi yang cepat rusak. Padahal anggarannya lumayan besar. -_-

Apalagi pemerintah telah menggulirkan Dana Desa. Mari kita semua bersinergi untuk mengawalnya. Semoga alokasi Dana Desa yang jumlahnya sangat besar tersebut dimanfaatkan secara optimal demi sebenar-benar kemakmuran masyarakat desa, bukan untuk dikorupsi dan dinikmati oleh segelintir orang apalagi untuk keperluan partai.

Demi kemakmuran para petani tadi, misalnya.

Pun kita patut bersyukur dan bangga dengan mereka. Karena andil mereka hingga saat ini kita masih bisa makan.

Benar begitu?

Bersyukur dan Bersabar

by prajuritkecil99 ™
Ada pelajaran lain dari kejadian nahas yang saya alami pada Sabtu kemarin,- yang mana sungguh konyol memang, terjatuh tak lebih dari 10 meter dari rumah setelah menempuh perjalanan Marisa-Limboto yang berjarak hampir 160 KM. Ibaratnya sedang download, ditungguin lamaa, sudah 99% ternyata fail. Beruntung masih bisa di-resume.

Pelajaran ini terkait dengan rejeki. Bahwa betapapun dekatnya sesuatu yang akan kita raih jika memang bukan rejeki kita maka sesuatu itu tidak akan bisa kita miliki.

Saya jadi teringat semasa kecil jaman SD dulu. Disuruh ibu beli soto di warung dekat pasar. Jauh-jauh balik dari warung ke rumah berjalan dengan penuh hati-hati, eeeh pas sudah sampai teras rumah terpeleset, jatuh. Rantang berisi kuah soto itu pun berhamburan. Batal sudah makan soto. x_x

Jangankan begitu, kadang saat kita sudah mau menyuapkan makanan ke dalam mulut pun jika bukan rejekinya masih bisa jatuh itu makanan.

Anyway, ada cerita lain.

Karena motor saya di bengkel kan jadinya saya pinjam motor punya bapak mertua. Ternyata motornya cukup unik. Entah mengapa saya selalu kesulitan untuk membuka joknya. Padahal kalau istri saya yang membuka, mudah saja. Sangat mudah malahan. Selain itu motornya agak susah distarter. Kadang butuh sampai lebih dari 5 menit untuk bisa on. Harus di'toki-toki' dulu di bagian depan motor di bawah spion sebelah kiri.

Seperti kemarin siang. Di parkiran belakang tempat kerja. Ceritanya saya mau istirahat, beli makan. Motornya kalau pakai electric starter tidak bisa, harus kick alias manual. Sudah 5 menitan mesin tetap tidak bisa on. Kaki sudah pegal-pegal. Pergelangan tangan kanan makin terasa nyeri. Keringatan. Bikin esmosi dah pokoknya.

Entah mengapa, iseng arah motor saya balik. Jadi menghadap ke rumah dinas. Starter lagi. Masih tidak bisa. Capek lagi. Istirahat sebentar. Baru menyadari, ternyata langit sangat cerah. Biru. Berhiaskan awan putih. Bersih.

Kagum. Langsung hilang capek.

Dapat pelajaran lagi. Pelajaran untuk bersabar. Pelajaran untuk bersyukur. Bukankah pemandangan langit biru cerah yang indah itu juga rejeki dari-Nya?!



rumah dinas KPPN Marisa
langit biru cerah di Marisa

Lagi.. Lagi.. Lagi dan Lagi..

by prajuritkecil99 ™
Tiga-empat bulan terakhir ini saya selalu berangkat dari rumah ke Marisa sekira jam 5 pagi. Setelah shalat Subuh. Setelah baku polo deng ciom wahor li tuan putri. o_O

Alhamdulillah selama ini masih keburu. Bisa tiba di tempat kerja sebelum jam 7:30 WITA.

Tapi tidak demikian pagi tadi. Baru jam 4 saya sudah start dari rumah. Seperti yang dulu-dulu. Singgah shalat Subuh di salah satu masjid di desa Bakti, kecamatan Pulubala. Sebenarnya saya lebih senang berangkat dari rumah dalam kondisi sudah shalat Subuh. Tidak perlu repot-repot buka jaket dan jas hujan yang sampai empat lapis untuk mengambil air wudhu. Sudah begitu, tidak semua masjid menyediakan tempat air wudhu. Pernah dulu harus blusukan ke rumah-rumah warga demi mencari dan meminta air buat wudhu. Jadi merepotkan. Masih untung bukan dikira maling ayam. x_x

Bisa aja siih dari rumah wudhu terlebih dahulu. Tapi yaa gitu deh. Belum sampai masjid sudah batal duluan wudhunya. Mungkin karena jalannya terlalu bumpy kadang bisa sampai kentut saat berakselerasi. *haiiiissh :p

Tapi mau gimana lagi. Show must go on. Senin kali ini saya harus berangkat jam 4 pagi.

Ini semua karena kecelakaan yang saya alami pada Sabtu kemarin. Seperti biasanya, Sabtu pagi selepas Subuh saya mudik ke Limboto. Sepanjang perjalanan lancar jaya. Hingga tiba di depan kantor PDAM Limboto peristiwa nahas itu terjadi. Ceritanya saya bermaksud untuk berbelok di depan kantor PDAM Limboto. Sengaja melawan arus karena jaraknya lebih dekat ke rumah dan kebetulan jalur sedang sepi, tidak ada kendaraan yang melintas. Karena fokus mengamati ke depan jauh, khawatir jika tiba-tiba ada kendaraan yang muncul dari pertigaan dan melintas ke jalur tersebut,- saya jadi lengah tidak memperhatikan separator jalan. Sempat sekilas melihat namun karena kurang jeli sehingga menabrak separator tersebut. Motor oleng dan saya pun terjatuh. Ironisnya, tempat di mana saya terjatuh itu berjarak tak lebih dari 10 meter dari rumah!

Kaki kanan-kiri lecet. Dada sakit entah menghantam setir atau dashboard. Tangan kanan memar kebiruan. Gagang kacamata patah. Motor tidak bisa pakai standar tengah dan setirnya agak bengkok.

Akhirnya pagi tadi pinjam motor milik bapak mertua yang biasanya dipakai istri buat antar-jemput Chaca & Zhie sekolah. Tidak berani ngebut. Maka dari itulah jam 4 pagi saya sudah start dari rumah. Kalau berangkatnya jam 5, sudah pasti tidak akan keburu. Limboto-Marisa yang berjarak 160 KM itu tidak akan cukup ditempuh dalam waktu 2,5 jam.

Ngomong-ngomong tentang kecelakaan, ini adalah kali keempat yang saya alami. Sebelumnya terakhir jatuh pada bulan Februari 2015. Waktu itu saya ditabrak anjing ketika sedang menuju ke tempat kerja untuk lembur.

Mungkin kecelakaan ini sebagai pengingat lagi, lagi, lagi dan lagi untuk saya agar terus berhati-hati. Agar nurut sama nasihat istri dan kedua putri tercinta untuk tidak laju-laju uwty.. :D

Kalau biasanya lari 90 atau 100, tadi cuma di kisaran 60. Jadi bisa lebih detil mengamati kanan-kiri. Di Bongo Nol berhenti bukan sekadar mampir SPBU tapi juga bisa melihat sekilas aktivitas pasar Senin. Di 'Tanjakan Hati-hati' bisa berhenti sebentar menikmati pemandangan dan semburat jingga mentari. Asiik, meskipun yaa berasa lebih capek dan bokong panas karena kelamaan di atas motor. x_x

Tapi setidaknya ada pelajaran yang saya dapatkan dari perjalanan ke tempat kerja tadi pagi. Apa itu? Yakni belajar untuk istiqamah. Ternyata istiqamah itu tidak mudah, meski ia hanya sebatas menahan tarikan gas agar tetap konstan di kisaran 60 KM/Jam. Kadang seringnya tanpa disadari tangan ini gas pol terus sampai mentok. Kalau sudah mentok sesuai kapasitasnya yaa memang konstan juga siih.. tapi itu namanya pasrah, bukan lagi istiqamah. :p


prajuritkecil99 lagi narik becak
supaya tidak ngebut mending naik becak aja kali yaa..

Dipilih.. Dipilih..

by prajuritkecil99 ™
Yuhuuu..

Kali ini postingnya prajuritkecil99 bukan seputar kopi. Nanti ada yang protes, kopi lagi kopi lagi.. x_x

Tapi bingung juga mau posting apa soalnya kan selama ini postingnya kalau bukan tentang kopi yaa halan-halan. Sedangkan ini sudah cukup lama tidak halan-halan barengan Punggawa K-180. Terakhir mbolang rame-rame sewaktu ke Pulau Saronde pada bulan Oktober tahun kemarin.

Hingga tadi malam sewaktu mau pulang dari 'malam Kamisan' terlibat perbincangan yang sangat singkat dengan seorang kawan terkait investasi. Ceritanya kawan tersebut mau berinvestasi reksadana. Langsung saya teringat dulu pernah mencoba investasi tersebut meski dengan nominal yang kecil. Masing-masing senilai Rp 500ribu dan Rp 300ribu.

Hampir dua tahun berlalu sejak saya mencoba investasi tersebut dan hingga kini belum pernah saya melakukan top up dengan pertimbangan trend nilai investasi yang semakin menurun.

Akhirnya tadi pagi saya coba bandingkan dengan portofolio yang lain yakni tabungan Lambbank. Kebetulan sekira dua pekan yang lalu ada teman yang menanyakan tentang deposito di bank dan tabungan Lambbank. Saya jadi teringat dulu sempat bimbang mau pilih deposito ataukah tabungan Lambbank.

Sebagai pelayan yang hanya mengandalkan penghasilan tetap bulanan dari juragan dan tidak memiliki skill atau keberanian untuk berwirausaha, dana yang saya miliki untuk berinvestasi menjadi sangat terbatas. Maka dari itu sebisa mungkin saya berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik dari beberapa pilihan investasi dengan mempertimbangkan ketersediaan dana yang ada.

Dan alhamdulillah tabungan Lambbank saya yang berumur setahun lebih tua dari investasi reksadana itu sekarang menunjukkan hasil yang cukup prospek.

Dimulai dari setoran awal pada bulan Mei 2014 yang mana pada saat itu 1DB masih seharga Rp 2juta. Kemudian sempat lupa kalau punya tabungan Lambbank sehingga tidak melakukan top up sampai bulan Mei 2015. Saat itu 1DB sudah seharga Rp 2,2juta. Setelahnya mencoba rutin tiap triwulan melakukan top up sesuai ketersediaan dana yang ada. Sejak pertengahan tahun 2016 lama tidak melakukan top up hingga bulan Februari 2017.

Dari bagi hasil bulanan yang saya dapatkan,- sebagai contoh dengan nominal dana investasi yang sama selama periode tahun 2016 (yakni sebesar Rp 7,7juta) setelah bagi hasil tersebut saya jumlah dan dikonversi ke dalam Rupiah nominalnya masih lebih besar dibandingkan hasil deposito bank (dengan asumsi nilai investasi sebesar 8% dan belum dipotong pajak dll).

Nilai investasi yang cukup bagus sebenarnya juga bisa didapatkan dari tabungan M-Dinar tapi masih banyak yang meragukan eksistensinya. Padahal konsep tabungan M-Dinar sekarang malah dipakai oleh Pegadaian melalui program investasi Tabungan Emas Pegadaian.


Tabungan Lambbank
ilustrasi tabungan Lambbank


Tapi yaa begitulah.

Tiap pilihan investasi selalu ada keuntungan dan risikonya masing-masing. Tinggal bagaimana kita lebih bijak memilah dan memilih agar risiko itu bisa dikelola sehingga kita tidak merugi. Terpenting lagi adalah segera memulai, jangan menunda-nunda!

Eaaa..

Malam Minggu Bersama Geisha

by prajuritkecil99 ™
Jika sebagian besar orang tidak bisa tidur karena ngopi.. sebaliknya, saya ngopi karena tidak bisa tidur.. o_O

Meski tidak selalu, tapi tengah malam ini kembali saya ngopi karena tidak bisa tidur. Melihat istri dan kedua putri tercinta sedang tidur pulas rasanya gimanaa gitu. Sudah mencoba pejamkan mata, merelaksasi tubuh dan pikiran tapi tetap tidak bisa tertidur.

Buka tudung saji di meja makan. Masih ada sisa ikan bakar dan beberapa potong bolu kukus buatan istri siang tadi. Jalan ke dapur. Masak air buat seduh kopi.

Entah mengapa tetiba pengin nyeduh pakai french press. Sudah cukup lama juga alat ini nganggur sejak saya memakai dripper. Dulu saya pikir mudah menggunakan alat ini. Memang mudah siih, tapi cukup tricky. Bahkan sekadar beda cara menekan plunger pun menjadi beda rasa kopi yang dihasilkannya. x_x

Malam ini menghabiskan stock Sunda Geisha yang saya beli dari Klinik Kopi dua minggu yang lalu. Dan ternyata benar, dengan kopi yang sama, beda metode seduh beda pula karakter rasanya. Kali ini aroma gula jawa lebih terasa. Lebih lembut dan sedikit oily. Jadilah malam ini saya begadang ditemani neng Geisha yang geulis. Aiiih..


French Press
ngopi lagii

 
Copyright © 2014 - prajuritkecil99™ - Powered by Blogger
Template by Creating Website - Published by Mas Template