Featured Post by prajuritkecil99™
Latest Post

Visuals Can Be Deceptive

by prajuritkecil99 ™
Tadi malam pagi sepulang dari 'Malam Kamis' -an di Warong Inspirasi Lamitapo bersama para punggawa, meski sudah ngantuk tetap saya bela-belain nonton film sembari mendownload film yang lain. Harap maklum, lokasi kamar kost saya yang berada di lantai dasar hanya memungkinkan koneksi internet stabil dan download lumayan lancar di atas jam satu dini hari. x_x

Dan film yang saya tonton adalah film India. *whaaat?!?

Iyess, film India. Tapi bukan film India yang penuh adegan cinta-cintaan sambil menyanyi dan menari-nari geje meneketehe itu yaa! :p

Judul filmnya Drishyam.


Drishyam
pict by googling


Menurut saya (sekali lagi menurut saya) film ini keren! Meski alurnya sederhana dan di awal tampak membosankan tapi ternyata endingnya tidak bisa ditebak.

Adalah Vijay Salgaonkar, seorang bapak rumah tangga dari kalangan ekonomi menengah yang menjalankan usaha TV kabel. Ia hidup dengan damai bersama istrinya, Nandini serta kedua putrinya, Anju dan Anu. Konflik bermula ketika Anju tanpa sengaja membunuh Sam, seorang pemuda yang ternyata putra dari seorang inspektur polisi bernama Meera. Ceritanya Sam ini bermaksud untuk memperalat Anju (yang kemudian juga ingin melakukan hal yang sama kepada ibunya) dan memaksanya melakukan perbuatan yang tidak senonoh. Jika tidak mau, Sam mengancam akan menyebarkan video rekaman Anju saat dirinya sedang berganti pakaian sewaktu mengikuti acara camping di sekolahan.

Karena panik dan demi mempertahankan harga diri dan kehormatan keluarganya, Anju terpaksa harus memukul Sam dengan tongkat besi dan ternyata Sam langsung modyaaar.

Esoknya, Vijay yang baru pulang dari tempat kerjanya kaget demi mendapati istri dan kedua putrinya saling berpelukan, menangis dan ketakutan. Setelah mengetahui kronologi kejadiannya ia pun langsung berpikir bagaimana cara menyelamatkan keluarganya.

Di sinilah pertentangan emosi terjadi. Bagaimanapun, Anju tidak berniat untuk membunuh Sam. Tapi kalau tidak dibunuh bagaimana nasib dan harga diri keluarganya. Vijay pun dilema, apakah mau melaporkan kepada fihak kepolisian, yang mana itu berarti keluarganya akan dipenjara, atau menyembunyikan kasus tersebut.

Adegan-adegan selanjutnya menarik karena penuh emosi dan membuat kita penasaran. Betapa Vijay yang penampilannya kalem, yang bahkan tidak tamat SD itu ternyata cukup lihai dan cerdik dalam beralibi. Istilahnya ia bermain cantik. Dan itu semua hanya berbekal dari pengalaman yang ia dapatkan dari kegemarannya menonton film terutama film-film action.

Ada banyak hal yang tak terduga di sini, dari cara-cara Vijay mengatur skenario sedemikian rupa sehingga fihak kepolisian kesulitan untuk mengungkap kasus tersebut.

Tetiba saya jadi teringat dengan sidang kasus Mirna yang saat ini masih berlangsung dan bahkan disiarkan secara live di TV. Sampai-sampai si Hendro rajin streaming demi mengikuti jalannya sidang kasus tersebut. :D

Jika misalnya (sekali lagi jika misalnya) Jessica benar yang membunuh Mirna tapi di pengadilan tidak bisa dibuktikan bersalah, bagaimana? Atau sebaliknya jika ternyata bukan Jessica yang membunuh Mirna tapi di pengadilan 'dapat dibuktikan' ia bersalah, bagaimana?

Tapi karena sepertinya pelik dan rumit saya tidak ingin ikut berkomentar mengenai kasus tersebut. Saya lebih tertarik dengan pelajaran apa yang bisa diambil dari film Drishyam terlepas dari benar atau tidaknya apa yang telah dilakukan oleh Vijay dan keluarganya serta kritisi terhadap oknum aparat kepolisian yang disampaikan secara implisit dalam film tersebut.

# Vijay adalah sosok ayah dan suami yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya *beda jauuuh dengan saya -_-

# Kekuatan sugesti atau recognize memory. Vijay tidak melakukan manipulasi data ataupun menyuap sesiapa yang bakal dijadikan saksi dari alibi yang ia ciptakan. Ia lebih memilih mengulang-ulang informasi dan mensugesti orang-orang yang sekiranya akan menjadi calon saksi tersebut.

# Belajar itu bisa dari siapapun dan dari hal apapun. Termasuk dari tontonan film. Lembaga pendidikan formal yang mahal dan ternama itu tidak selalu bagus dan tidak menjamin semua muridnya memiliki moral yang baik.

# Visuals can be deceptive. Yaa, penampilan itu dapat menipu. Vijay yang terlihat kalem bahkan terkesan 'orang kampung' itu ternyata sangat cerdik dalam beralibi dan menghilangkan semua bukti yang akan mengarah kepada keluarganya.

# Adalah orang yang berjiwa besar yang berkenan untuk memaafkan atas begitu sakitnya luka dan penderitaan yang telah dilakukan orang lain kepadanya. Meera yang begitu tegas dan suaminya telah menunjukkan hal itu meski mereka tidak pernah mengatakan bahwa mereka telah memaafkan.

Kira-kira begitu..

Buat Yang Lagi Nyari Inspirasi

by prajuritkecil99 ™
Perubahan itu adalah suatu keniscayaan. Bahkan konon katanya tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri. Yaa benar juga sih. Tapi kiranya sekadar berubah saja tidak cukup. Kita harus berubah lebih baik. Mungkin ini lebih tepat. Karena buat apa berubah kalau malah menjadi lebih buruk dari sebelumnya. Iya apa iya?!

Maka demi berpartisipasi dalam mewujudkan perubahan untuk Indonesia yang lebih baik, jadilah tiga orang pemuda dan seorang bapak setengah tua tapi tetap berjiwa muda ini piknik tipis-tipis dengan harapan bisa mendapatkan inspirasi. *eaaa.. :p

Setelah berita tentang Mukidi mereda, berhembus kabar katanya saat ini di Marisa sudah ada café yang menyediakan minuman kopi yang bukan kopi abal-abal. Maksudnya bukan kopi sachetan seperti yang dijual di kedai-kedai kopi yang mulai banyak betebaran di daerah ini. Dan sebagai pecinta kopi amatiran tentu saya langsung iyess ketika diajak oleh tiga orang pemuda tadi untuk kongkow sambil mencari inspirasi. *jadi ketauan deh siapa bapak setengah tua tadi.. >_<

Lhadalah ternyata namanya sama dengan apa yang dicari. Ada inspirasi-inspirasinya. Namanya "Warong Inspirasi Lamitapo". Lamitapo ini sepertinya dari bahasa Gorontalo tapi entah artinya apa.

Tekape tidak jauh dari tempat kerja dan kos-kosan. Di depannya toko roti Farish, sebelum pasar tradisional Marisa.


Warong Inspirasi Lamitapo
gambar ngopi dari Warong Inspirasi Lamitapo


Tempatnya cukup luas dan nyaman. Sudah ada koneksi wifi lengkap dengan colokan listrik buat ngechas untuk yang demen mainan gadget. Koneksi wifinya rada lemot tapi sama sekali bukan masalah buat saya karena yang penting kopinya asli. :D

Menunya lebih beragam dan harganya terjangkau. Cukup worth it lah dibanding yang lainnya yang umum ada di Marisa.

Tadi malam Martinus pesan nasi goreng kampung (nggak tau kampung sebelah mana :D) dan apple squash. Hendro nyontek sama plek. Anggit nyoba Thailand tea sama kentang goreng dan chicken nugget. Saya semula sebenarnya juga ikutan pesan nasi goreng kampung tapi sayang kampungnya sudah pindah (wkwkwk.. pindah ke mana coba?) jadinya diganti dengan mie cakalang. Tambah Goroho keju dan tentu saja, kopi hitam.

Meskipun pesanan kopi hitam saya ternyata lupa sehingga musti menunggu lama tapi tak mengapa karena toh kopi yang disajikan masih fresh. Dan kopi pesanan saya tadi malam disajikan dengan metode Vietnam Drip.

Sebenarnya ada beberapa pilihan metode seduh yang disediakan. Dan mungkin saja pengunjung diajarkan cara menyeduh atau hal yang lainnya tentang kopi. Mungkiin. Next time ke situ lagi mau coba yang lainnya.


Kopi Lamitapo
gambar ngopi dari Warong Inspirasi Lamitapo


Hmmm.. sedari tadi cuma ngomongin makanan sama minuman lha terus yang katanya mau cari inspirasi demi Indonesia yang lebih baik itu mana?!

Sorry to say, ternyata yang niat awalnya mencari inspirasi malah melebar jauh jadi menggosip. Mau tau bagaimana kalau para lelaki bergosip ria? Mending jangan!

Lha, terus?

Yaa sudah. SEKIAN! :p

Mukidi Oh Mukidi

by prajuritkecil99 ™
Alkisah di satu cafe..

Tiga vampir sedang memesan minuman.

Vampir 1 : "Segelas darah segar dingin yaa Sis.."

Vampir 2 : "Kalau gue jus darah muda gak pake lama.."

Vampir 3 : "Hmmm.. saya minta secangkir air putih hangat saja yaa.."

Sekira tujuh menit kemudian pesanan pun tiba.

Vampir 1 & 2 tertawa mengejek demi melihat pesanan air putih si Vampir 3.

Sambil tersenyum, Vampir 3 mengeluarkan pembalut penuh darah dari saku jubah kebesarannya dan berkata pada kedua vampir temannya itu "Cobain 'TEH CELUP' dulu Masbro.."


Siapakah Vampir 3 itu sodara-sodara?

Yaak! Tepat sekali. Vampir 3 itu adalah Mukidi. >_<

Belakangan ini sosok Mukidi mendadak tenar dan menjadi viral di jagat maya baik lewat postingan media sosial maupun pesan (terutama grup) WhatsApp. Tak sedikit yang mengatakan banyolannya segar dan sangat menghibur sehingga kian banyaklah yang penasaran dengan sosok tersebut.

Sebenarnya banyolan-banyolan Mukidi ini hampir semuanya mirip dengan berbagai banyolan yang telah lebih dulu muncul di internet sekian tahun yang lalu. Bahkan sebelum ada Facebook dulu saya pernah punya buku "Mati Konyol Ala Gus Dur" yang ternyata juga sama dengan banyolan-banyolannya Mukidi. Yang membedakan hanya nama tokohnya saja. Kali ini semuanya diubah menjadi Mukidi.

Entah siapa sebenarnya pencipta asli tokoh Mukidi ini. Saya hanya punya satu kata, yakni "CERDAS". Pemilihan nama yang terkesan ndeso dan 'bully-able' menjadikannya populer di hampir semua kalangan. Jadi teringat dengan si Tukul yang tampangnya juga ndeso dan sering di-bully yang justru membuatnya menjadi tenar (pada masanya).

Momen kemunculan sosok Mukidi ini juga pas, yakni pada jaman di mana penggunaan teknologi informasi (diwakili oleh gadget dan internet) sudah sedemikian terstruktur dan masif. Beragam berita dan apa saja secara online begitu mudahnya menjadi viral. Entah sudah dibaca atau belum, entah informasi tersebut benar atau tidak tetap banyak yang share, share dan share.

Konyolnya, bahkan sampai ada yang saking semangatnya untuk share, di semua grup WhatsApp di-share. Padahal kesemua grup yang diikuti itu anggotanya hampir sama dan semuanya pernah dapat dari grup yang lain. Nggak peduli, pokoknya share. Seolah merasa tidak kekinian kalau tidak ikutan share. Kalau di Facebook malah ada bonus like + komen "Aamiin". :v

Walaupun mungkin pencipta sosok Mukidi memunculkannya just for kidding, bukan dimaksudkan untuk berkompetisi, dlsb, namun tak urung hal tersebut mengajarkan kepada kita sekaligus penegasan bahwa menjadi yang pertama tidak selalu membuat kita sukses, menjadi yang terbaiklah yang membuat kita sukses. Nggak percaya? Tanya saja sama Mukidi yang telah berhasil di-remake dengan sentuhan yang pas dan membuatnya tenar seperti sekarang ini.

Anyway, terlepas dari itu dan meski humor-humor Mukidi banyak yang tidak asing (yaa iyalah namanya aja Mukidi -_-) namun saya lebih demen dan tetap terhibur dibandingkan share berita tentang politik dan pesan-pesan penuh kebencian yang menyinggung SARA yang juga banyak bertebaran di negeri ini. Yang penting jangan sampai terlalu asyik sehingga menjadi lupa dengan tugas dan kewajiban yang utama. Sebab kalau sampai terjadi yang demikian pasti akan segera muncul buku atau pilem dengan judul "Gara-gara Mukidi".

Kalau Mukidi ngambek, bisa bahaya. :p



Humor Mukidi
sumber gambar dari sini

Wajib Baca Ini Jika Tidak Ingin Menyesal

by prajuritkecil99 ™
Tak jarang saat browsing sesuatu kita mendapati link dengan judul yang wow tapi begitu di-klik ternyata tidak seperti yang diharapkan. Zonk atau Jebakan Betmen istilahnya. :D

Begitupun dengan iklan maupun judul berita di media online. Kadang dibuat begitu fantastik dan bahkan cenderung kontroversial. Tapi anehnya kadang yang begitu itu justru yang banyak di-klik sehingga menaikkan traffic kunjungan dan berimbas pada page rank situs tersebut. Demikian halnya saat seseorang akan memasarkan suatu produk dan ingin mengetahui reaksi pasar sehingga memerlukan 'tester'.

Hal yang serupa (meski sebenarnya tak sama) saya coba lakukan kemarin. Sebagai seorang pelayan dan merangkap sebagai duta (cieee yang jadi duta pelayan cieee.. :v), dengan menumpang media sosial milik tempat kerja saya meng-upload video mengenai suatu kebijakan dengan harapan stakeholders yang selama ini kami layani dapat mengetahuinya. FYI, sebagian besar stakeholders yang selama ini kami layani sepertinya kurang minat membaca, baik itu peraturan maupun email yang kami kirimkan. Padahal peraturan dan informasi via email tersebut mereka perlukan. -_-

Mungkin saja mereka ini termasuk yang lebih senang dan lebih mudah memahami apa yang disampaikan melalui gambar atau video.

Dan karena menurut saya yang gaptek dan kudet ini video tersebut lumayan bagus (meksipun menurut rekan-rekan yang lain biasa saja banget) saya share lagi di satu grup yang anggotanya berprofesi sebagaimana dimaksudkan dalam video tersebut.

Dan ternyata lumayan direspon. Walaupun hampir kesemuanya terkesan negatif.

Negatif?! Yaa, tentu saja negatif jika kita menganggapnya negatif. Tapi saya pribadi sesunggunya lebih menghargai komentar yang jujur apa adanya daripada terkesan baik tapi sebenarnya fake. Bukankah konon pecinta hujan pernah mengatakan bahwa hujan yang turun itu lebih jujur daripada cahaya matahari yang tertutupi awan? :D :D :D

"Videonya nanggung!" – "Di mana coba kecenya video ini?" – "Terus kalau sudah begitu nanti mau apa?" – dlsb.

Jika dilihat dari sudut pandang yang lain, menurut saya komentar-komentar tersebut sebenarnya membangun. Sebagai koreksi atas kekurangan dan ketidaksempurnaan kita. Sebagai pengingat bahwa sebaik apapun sesuatu pasti ada yang tidak suka. Dan kita tidak bisa memaksa orang lain untuk menyukainya apalagi menyukai kita.

Pun dari respon tersebut kita jadi tau bahwa kebijakan yang disampaikan melalui 'video nanggung' tersebut perlu untuk segera diimplementasikan. Jangan menunggu sampai injury time. Syukur-syukur jika para pengambil kebijakan nantinya bisa mau mengerti dan memahami apa yang diinginkan oleh para pelaku profesi dalam melaksanakan tugasnya di lapangan. *kenapa musti di lapangan coba?! >_<

Bahkan dari hal tersebut malah dapat bonus. Karena upload videonya menggunakan media sosial milik tempat kerja, jadinya yang semula tidak tau menjadi tau bahwa ternyata di pelosok nusantara ini ada tempat kerja pelayan yang namanya sungguh cantik. Karena penasaran, di-add friend lah demi menjalin pertemanan. Terus karena share di grup menggunakan akun media sosial milik sendiri, jadi ada yang kepo. Pas dilihat biodata eeeh ada blog ini. Dan tersesatlah mereka di sini untuk sementara. :v

Lalu bagaimana dengan komentar-komentar tadi? Hit and run saja. Di awal boleh lah kita tanggapi. Itung-itung sounding. Selanjutnya biarkan publik yang beropini secara jujur, adil dan terbuka. *dah mirip pilkada ajah.. :p

Perlu diingat bahwa apapun komentar yang diberikan orang lain kepada kita seharusnya kita terima dengan lapang dada. Tidak ada komentar yang negatif jika kita tidak memandangnya negatif. Semua sebenarnya dimaksudkan untuk perbaikan, hanya cara penyampaiannya yang mungkin kurang pas. Dan itu wajar. Siapa suruh kita kasih judul atau caption yang wow. Ketika ternyata didapati tidak seperti yang diinginkan yaa begitulah reaksinya.

Sama seperti Anda yang sedang membaca artikel ini. Bisa jadi setelah membaca malah menyesal, kecewa dan ingin meluapkan sumpah serapah. Kalau sudah begitu saya permisi minta ijin untuk kabuuur.. *jiakakaka..


Jebakan Betmen
gambar ngopi dari sini

Qkress - Ada Yang Wow Di Tiap Gigitannya

by prajuritkecil99 ™
Bersantai bersama keluarga atau sahabat tercinta, bercengkrama menikmati senja yang merona jingga dengan secangkir teh atau kopi dan camilan sebagai pelengkapnya, mungkin akan menjadi momen yang istimewa.

Seperti camilan keripik pisang ini misalnya.


Keripik Pisang Qkress


Pertama kali merasai camilan ini sepulang mudik Idul Fitri kemarin. Hadiah dari Mas Ismida & Mbak Sulis, sepasang suami-istri yang tinggal di seputaran Desa Ketindan, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Melalui label UMKM "Atmaja Fam Sinergy" yang dirintisnya, mereka menamai salah satu produk homemade-nya ini dengan merk "Qkress".

Saya belum sempat bertanya mengenai cerita di balik pemberian nama yang cukup unik ini. Tapi yang pasti, camilan berbahan dasar pisang nangka ini sungguh lezat. Berbeda dengan keripik pisang pada umumnya. Qkress ini keripik pisang plus madu. Meski sudah ada gula dan masih ditambah balutan madu namun manisnya pas sehingga makin menambah cita rasa di tiap gigitannya yang gurih. Soal kerenyahan tak perlu diragukan lagi, so crunchy & so crispy. Mungkin karena kerenyahannya yang setiap kali digigit terdengar suara "kress.. kress.." itulah akhirnya dinamai Qkress. Mungkin.. :D

Ditambah dengan kemasan plastik tebal dan kedap udara, menjaga camilan ini tetap fresh sepanjang hari meski tanpa pengawet. Apalagi deodorant. *haiyaaa.. >_<

Tentu bukan semata karena free alias gratis jika kemudian saya, keluarga dan rekan-rekan Punggawa K-180 yang pernah merasainya bilang enak dan merekomendasikan camilan ini sebagai pilihan oleh-oleh terutama jika sedang berwisata ke Malang dan sekitarnya.

Dan mungkin banyak yang tidak percaya. Maka dari itu, sekarang lah giliran Anda untuk merasai sendiri camilan lezat yang kini telah tersedia dalam berbagai varian rasa.


Oleh-oleh Malang Qkress
all picts credited to Keripik Pisang Qkress


Gimana? Penasaran ingin merasainya? Silakan kontak langsung sang empunya di nomor 081252573481 atau sekalian add friend untuk berteman dengan FB-nya founder Qkress yaa..

Saya hanya tidak bertanggung jawab jika ada yang ketagihan setelah mencobanya. :D

Dari Air Terjun Tenilo Menuju Pantai Koya

by prajuritkecil99 ™
17 Agustus 2016

Tanggal merah. Libur memeringati hari kemerdekaan NKRI tercinta. Sebenarnya ingin pulang. Tapi koq yaa nanggung amat. Daripada cuma bengong di kost saya dan beberapa Punggawa K-180 pergi berpetualang. Tapi yang dekat-dekat saja. Disepakatilah air terjun Tenilo.

Tenilo ini sebenarnya nama desa di Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo. Pertama kali mendapat informasi adanya air terjun ini dari seorang rekan satker, Riswan Kono. Penasaran setelah melihat foto di laptopnya. Sepertinya cukup bagus.

Singkat cerita setelah molor dua jam dari jadwal yang direncakan kita pun tiba di pasar Pangi, Kecamatan Dulupi. Sesuai ancar-ancar yang diberikan oleh beliau, dari pasar Pangi kita masuk menyusuri jalan desa sekira 5 km. Jalannya kurang bagus, masih berupa tanah berbatu. Belum bisa dilalui kendaraan roda 4 atau lebih.

Dan ketika spido si Biru menunjukkan 5 km itu sudah terlewati sementara air terjun dimaksud belum tertemui, wajar donk kita sebagai petualang amatir mulai was-was. Mulailah kita mempraktikkan peribahasa jaman sekolah dulu "Sepandai-pandai tupai melompat akhirnya bertanya-tanya juga". >_<

Akhirnya setelah ganjil 3x bertanya-tanya-tanya kita pun tiba di tekape sodara-sodara.


Punggawa K-180 Air Terjun Tinelo
air terjun Tenilo


Ternyata debit air terjunnya sudah jauh berkurang dibandingkan foto yang pernah kita lihat. Airnya juga keruh kecoklatan. Masih mending kalau coklat kopi susu enak bisa diminum. Tapi lumayan lah buat refreshing daripada lumanyun.. :p

Kita pun tidak berlama-lama di air terjun itu. Yang penting sudah selfie. *jiaaah..

Berpindahlah kita ke dermaga. Berteduh sambil menatap lautan. Berkhayal siapa tau di siang yang begitu terik tetiba ada yang datang berbaik hati menawarkan es cendol.

Dan ternyata benar ada yang datang. Seorang pemuda warga setempat. Tapi bukan menawarkan es cendol melainkan berbagi informasi kalau di sebalik pulau yang ditumbuhi pepohonan bakau di depan sana ada pantai putih yang lumayan bagus, yang saat ini sudah mulai dibangun akses jalan darat sehingga tidak harus naik perahu kalau pengin ke sana.

Jalannya masih berupa tanah berbatu. Berjarak hampir 3 km. Hamparan pasir putihnya cukup luas. Bahkan mungkin lebih luas dari pantai pasir putihnya Pulau Saronde. Tapi masih tampak kurang bersih. Di hampir sepanjang bibir pantai masih banyak terdapat sisa-sisa akar pepohonan bakau yang sepertinya baru ditebang. Menurut informasi, pantai itu sedang dalam tahap awal untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Boalemo. Kemungkinan areal bekas pepohonan bakau tadi mau dibangun cottage dan fasilitas pendukung lainnya.

Dari penuturan warga setempat, pantai itu bernama pantai Ratu. Tapi sewaktu kita bersantai di bawah pohon yang rindang, menatap lautan lepas dan menikmati hembusan angin sepoi-sepoi sambil bermain pasir, mungkin karena pengaruh lapar jadinya butiran-butiran pasir itu seperti bumbu koya kuah soto yang lezat. Jadilah kita menamainya menjadi pantai Koya. *haiiiis.. >_<

Dari petualangan ini ada pelajaran yang kita dapatkan. Pertama, bahwa sejatinya negara kita tercinta ini memiliki banyak potensi wisata namun masih sangat sedikit yang dieksplorasi dan dikelola secara optimal. Kedua, bahwa saat kita ingin mencapai suatu goal dan ternyata goal itu tidak seperti yang kita inginkan, tidak sesuai target istilahnya, terkadang kita menemukan sesuatu yang lain yang bisa dijadikan sasaran target lainnya. Sama seperti kita yang target awalnya hanya mencari air terjun ternyata dapat bonus pantai Koya, eh pantai Ratu.

Maka janganlah pernah berputus asa karena Tuhan selalu mampu untuk memberikan lebih dari apa yang kita minta.

Merdeka!!!


Air Terjun Tenilo Tilamuta
air terjunnya 2.7 cm sebelah kanan >_<


Belom sempat ngopi foto dari kamera. Cuma ada ini. Credited Lee PAW.
 
Copyright © 2014 - prajuritkecil99™ - Powered by Blogger
Template by Creating Website - Published by Mas Template